Seperti yang kita ketahui, kota-kota besar seperti Jakarta, bandung,
Surabaya, Medan dan cimahi, kita dapati daerah pemukiman padat penduduk.
Kondisi pemukiman dimana jarak antara rumah dengan rumah lainya sangat rapat mungkin saja karena keterbatasan lahan dan
perekonomian sehingga untuk mendapatkan udara segar saja mungkin susah.
Bedasarkan pantauan di lokasi sekitar secara umum pada daerah yang
pemukiman yang padat memiliki septic tank yang berdekatan dengan sumber air
bersih dan mungkin saja tidak memiliki septic tank.
Selain
itu septic tank yang dimiliki belum tentu memenuhi standart (SNI). Septic tank
yang dianjurkan oleh SNI harus memiliki sistem pembuangan udara, berjarak aman
dengan sumber air (5m-10m)dan masih ada standar
lain yang perlu dipenuhi. Hal ini jika tidak ditangani secara benar akan
menyebabkan masalah yang lebih besar lagi terhadap kondisi sanitasi lingkungan.
Apa Sih Septic
tank itu?
Berbicara tentang
septic tank semua orang mungkin mengetahui apa, benda apa dan fungsi dari
septic tank tersebut. Dalam artikel ini yang ingin saya uraikan makna dan
fungsi septic tank sebenarnya. Septic
tank adalah sebuah kolam atau bak yang termasuk salah satu alat sanitasi
penting dalam dalam kesehatan dan kebersihan lingkungan hidup yang kita
tempati. Konstruksi septic tank terdiri dari beberapa ruang yang biasanya terletak
dibawah permukaan tanah (+/- 2m-3m), bahan konstruksi septic tank harus dibuat
dari bahan yang kedap air sehingga air limbah dari septic tank tidak merebes
dan meresap kedalam tanah dan mempengaruhi kualitas air tanah disekitarnya. Septic
tank digunakan untuk tempat penampungan air tinja (black water), sedangkan air buangan dari kamar mandi yang sering
disebut dengan grey water langsung
dialirkan ke saluran/parit pemukiman dan ke badan air penerima.
Apa saja bahaya septic
tank jika tidak dirancang dan dikelola secara benar?
Bahaya yang dapat
ditimbulkan oleh kondisi septic tank itu ternyata tidak dapat dipandang sebelah
mata bahaya-bahaya dimaksud antara lain:
- 1 Timbul ledakan!
Kenapa septic tank bisa meledak? Ternyata ledakan timbul karena tinja yang
ditimbun di spetic tank dalam waktu lama jika dibiarkan terus menerus dapat
menghasilkan dan memproduksi gas metan yang merupakan hidrokarbon sederhana
berbentuk gas dan sebagai konstituen gas alam dan sumber energi yang mudah
terbakar padahal jika gas Metan tersebut dapat dikelola secara baik dapat
digunakan sebagai bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari seperti untuk
kebutuhan memasak. jika gas tersebut terus terpendam dan terkumpul di dalam
septic tank tanpa ada saluran pengeluaran (exhaust
line)? Maka hal tersebut dapat memicu terjadinya ledakan.
Seperti kejadian yang pernah terjadi di kawasan jagakarsa, jakarta 9 april
2014 lalu (sumber: suara merdeka online, 2014).
- 2. Mencemari sumber air tanah bersih
- Septic tank yang dibangun tidak sesuai standart dapat mencemari sumber air tanah yangdigunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci dan memasak (MCK)! Jika septic tank dibangun berdekatan dengan sumber air tanah maka air sumur akan tercemari oleh air rembesan dari septic tank, hal ini dikarenakan air tinja dapat menghasilkan bakteri penyebab diare yaitu bakteri E.coli Seperti yang dikabarkan dalam viva.co.id (11 maret 2010), diketahui sebanyak 85 sumur yang berada di DKI Jakarta khususnya daerah Depok mengandung E.Coli.
permasalahannya bagaimana
cara kita mensiasati dan menangani jika mempunyai
luas lahan nya sempit seperti daerah pemukiman padat penduduk?
Dijaman yang
serba modern sudah banyak solusi yang dapat kita dapatkan yaitu IPAL
tersentralisasi dan IPAL komunal, tapi IPAL tersentralisasi itu membutuhkan
biaya yang besar. Maka setelah dilakukan penelitian, pengamatan dan evaluasi
yang dilakukan oleh PUSTEKLIM Yogyakarta bersama dengan tenaga ahli dari Jepang
yang terkenal sebagai negara yang sangat perduli terhadap lingkungan
Hasil dari
penelitian tersebut disimpulkan bahwa sistem IPAL Komunal adalah sistem yang
paling cocok dan tepat untuk negara Indonesia yang termasuk negara berkembang
dan padat penduduk. Rancangan IPAL komunal yang disarankan seperti pada gambar
dibawah ini
Seperti yang
terlihat pada gambar diatas, adalah sistem yang direkomendasikan oleh PUSTEKLIM
yang dapat diaplikasikan dan biaya relative murah selain itu system perawatan
yang mudah. Komponen utama dalam system ini adalah bak kontrol dan saluran pipa
utama yang merupakan tempat penerimaan limbah dari setiap rumah. Hal ini
bertujuan dan agar mudah dalam pengontrolan penyumbatan pada pipa sekunder
sebelum memasuki pipa induk. Kondisi ini supaya hemat biaya pembangunan dan
biaya operasional karena sebuah bak kontrol dapat dipakai untuk 3-4 rumah
sekaligus secara fleksibel.
selanjutnya dari
bak kontrol limbah dialirkan secara gravitasi ke pipa induk melalui pipa
sambungan, dan diteruskan ke IPAL. Untuk pipa induk sendiri setiap belokan atau
gabungan dari pipa induk akan dibagun bak kontrol dan untuk bagian yang memanjang akan dibuat
lubang pembersihan (manhole).
Untuk sistem
pegolahan terdapat dua sistem yaitu anaerobik dan aerobik, dimana kedua sistem
ini memiliki kelemahan dan kelebihan nya masing-masing.
|
Sistem Pengolahan
|
Keuntungan
|
kekurangan
|
|
Aerobik
|
Kualitas efluen lebih baik
|
Membutuhkan energi listrik
untuk memasukan udaranya
|
|
Jika didisain dengan baik
dapat menghemat lahan
|
||
|
anaerobik
|
Mudah dioperasikan
|
Kualitas efluen nya masih
berpotensi mencemari lingkungan
|
|
Tidak memakai listrik
|
Oleh karena itu
PUSTEKLIM mengembangkan sistem kombinasi dari kedua sistem tersebut, dimana
setelah diproses secara anaerobik air limbah akan diproses lagi secara aerobik.
Jika dibandingkan dengan proses yang memakai proses aerobik saja sistem ini
lebih hemat listrik sebab proses aerobik nya lebih cepat selesai dikarenakan
sudah diproses secara anaerobik terlebih dahulu.
Jika
sistem-sistem yang berada di atas dapat diaplikasikan di dalam kehidupan nyata
maka masa depan dari bumi yang sebenarnya kita pinjam dari generasi setelah
kita akan masih terjaga kebersihan dan kemurnianya.
Mengapa saya
mengatakan bahwa kita meminjam bumi ini dari mereka? Karena lingkungan yang
kita nikmati sekarang dan kita cemari sekarang adalah bumi dari generasi
penerus kita yang juga meminjam bumi ini nantinya dari generasi-generasi
seterusnya.

