Sabtu, 15 Agustus 2015

Alternatif Pengelolaan Sanitasi Di Daerah Pemukiman Padat Penduduk


Seperti yang kita ketahui, kota-kota besar seperti Jakarta, bandung, Surabaya, Medan dan cimahi, kita dapati daerah pemukiman padat penduduk. Kondisi pemukiman dimana jarak antara rumah dengan rumah lainya sangat rapat  mungkin saja karena keterbatasan lahan dan perekonomian sehingga untuk mendapatkan udara segar saja mungkin  susah.
Bedasarkan pantauan di lokasi sekitar secara umum pada daerah yang pemukiman yang padat memiliki septic tank yang berdekatan dengan sumber air bersih dan mungkin saja tidak memiliki septic tank.
                Selain itu septic tank yang dimiliki belum tentu memenuhi standart (SNI). Septic tank yang dianjurkan oleh SNI harus memiliki sistem pembuangan udara, berjarak aman dengan sumber air (5m-10m)dan masih ada standar  lain yang perlu dipenuhi. Hal ini jika tidak ditangani secara benar akan menyebabkan masalah yang lebih besar lagi terhadap kondisi sanitasi lingkungan.

Apa Sih Septic tank itu?
Berbicara tentang septic tank semua orang mungkin mengetahui apa, benda apa dan fungsi dari septic tank tersebut. Dalam artikel ini yang ingin saya uraikan makna dan fungsi  septic tank sebenarnya. Septic tank adalah sebuah kolam atau bak yang termasuk salah satu alat sanitasi penting dalam dalam kesehatan dan kebersihan lingkungan hidup yang kita tempati. Konstruksi septic tank terdiri dari beberapa ruang yang biasanya terletak dibawah permukaan tanah (+/- 2m-3m), bahan konstruksi septic tank harus dibuat dari bahan yang kedap air sehingga air limbah dari septic tank tidak merebes dan meresap kedalam tanah dan mempengaruhi kualitas air tanah disekitarnya. Septic tank digunakan untuk tempat penampungan air tinja (black water), sedangkan air buangan dari kamar mandi yang sering disebut dengan grey water langsung dialirkan ke saluran/parit pemukiman dan ke badan air penerima.

Apa saja bahaya septic tank jika tidak dirancang dan dikelola secara benar?
Bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kondisi septic tank itu ternyata tidak dapat dipandang sebelah mata bahaya-bahaya dimaksud antara lain:
  1. 1              Timbul ledakan!

    Kenapa septic tank bisa meledak? Ternyata ledakan timbul karena tinja yang ditimbun di                     spetic tank dalam waktu lama jika dibiarkan terus menerus dapat menghasilkan dan                             memproduksi gas metan yang merupakan hidrokarbon sederhana berbentuk gas dan                             sebagai konstituen gas alam dan sumber energi yang mudah terbakar padahal jika gas                           Metan tersebut dapat dikelola secara baik dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk                           kebutuhan sehari-hari seperti untuk kebutuhan memasak. jika gas tersebut terus terpendam                   dan terkumpul di dalam septic tank tanpa ada saluran pengeluaran (exhaust line)? Maka hal                 tersebut dapat memicu terjadinya ledakan.
    Seperti kejadian yang pernah terjadi di kawasan jagakarsa, jakarta 9 april 2014 lalu                               (sumber: suara merdeka online, 2014).

  1. 2.      Mencemari sumber air tanah bersih
  2.       Septic tank yang dibangun tidak sesuai standart dapat mencemari sumber air tanah yangdigunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci dan memasak (MCK)!  Jika septic tank dibangun berdekatan dengan sumber air tanah maka air sumur akan tercemari oleh air rembesan dari septic tank, hal ini dikarenakan air tinja dapat menghasilkan bakteri         penyebab diare yaitu bakteri E.coli Seperti yang dikabarkan dalam viva.co.id (11 maret 2010), diketahui sebanyak 85 sumur yang berada di DKI Jakarta khususnya daerah Depok                   mengandung E.Coli.


permasalahannya bagaimana cara kita mensiasati dan menangani  jika mempunyai luas lahan nya sempit seperti daerah pemukiman padat penduduk?
Dijaman yang serba modern sudah banyak solusi yang dapat kita dapatkan yaitu IPAL tersentralisasi dan IPAL komunal, tapi IPAL tersentralisasi itu membutuhkan biaya yang besar. Maka setelah dilakukan penelitian, pengamatan dan evaluasi yang dilakukan oleh PUSTEKLIM Yogyakarta bersama dengan tenaga ahli dari Jepang yang terkenal sebagai negara yang sangat perduli terhadap lingkungan

Hasil dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa sistem IPAL Komunal adalah sistem yang paling cocok dan tepat untuk negara Indonesia yang termasuk negara berkembang dan padat penduduk. Rancangan IPAL komunal yang disarankan seperti pada gambar dibawah ini
Seperti yang terlihat pada gambar diatas, adalah sistem yang direkomendasikan oleh PUSTEKLIM yang dapat diaplikasikan dan biaya relative murah selain itu system perawatan yang mudah. Komponen utama dalam system ini adalah bak kontrol dan saluran pipa utama yang merupakan tempat penerimaan limbah dari setiap rumah. Hal ini bertujuan dan agar mudah dalam pengontrolan penyumbatan pada pipa sekunder sebelum memasuki pipa induk. Kondisi ini supaya hemat biaya pembangunan dan biaya operasional karena sebuah bak kontrol dapat dipakai untuk 3-4 rumah sekaligus secara fleksibel.
selanjutnya dari bak kontrol limbah dialirkan secara gravitasi ke pipa induk melalui pipa sambungan, dan diteruskan ke IPAL. Untuk pipa induk sendiri setiap belokan atau gabungan dari pipa induk akan dibagun bak kontrol  dan untuk bagian yang memanjang akan dibuat lubang pembersihan (manhole).
Untuk sistem pegolahan terdapat dua sistem yaitu anaerobik dan aerobik, dimana kedua sistem ini memiliki kelemahan dan kelebihan nya masing-masing.


Sistem Pengolahan
Keuntungan
kekurangan
Aerobik
Kualitas efluen lebih baik
Membutuhkan energi listrik untuk memasukan udaranya
Jika didisain dengan baik dapat menghemat lahan
anaerobik
Mudah dioperasikan
Kualitas efluen nya masih berpotensi mencemari lingkungan
Tidak memakai listrik

Oleh karena itu PUSTEKLIM mengembangkan sistem kombinasi dari kedua sistem tersebut, dimana setelah diproses secara anaerobik air limbah akan diproses lagi secara aerobik. Jika dibandingkan dengan proses yang memakai proses aerobik saja sistem ini lebih hemat listrik sebab proses aerobik nya lebih cepat selesai dikarenakan sudah diproses secara anaerobik terlebih dahulu.
Jika sistem-sistem yang berada di atas dapat diaplikasikan di dalam kehidupan nyata maka masa depan dari bumi yang sebenarnya kita pinjam dari generasi setelah kita akan masih terjaga kebersihan dan kemurnianya.
Mengapa saya mengatakan bahwa kita meminjam bumi ini dari mereka? Karena lingkungan yang kita nikmati sekarang dan kita cemari sekarang adalah bumi dari generasi penerus kita yang juga meminjam bumi ini nantinya dari generasi-generasi seterusnya.

2 komentar: